Jumat, 08 November 2013

14 Tips Hemat BBM



Simak saja tips berikut ini




  1. Biasakan merencanakan dan memilih rute perjalanan dengan menggunakan pete atau GPS (Global Positioning System) agar mempermudah dalam pemilihan rute mencapai tujuan dengan jarak terdekat.
  2. Jarak tempuh juga berhubungan dengan waktu. Selain menghindari jam-jam sibuk agar tidak terkena kemacetan, pilih waktu perjalanan dengan tepat agar Anda tidak terburu-buru untuk menghindari keterlambatan dan mempertahankan gaya mengemudi yang bijak
  3. Jangan memanaskan mesin terlalu lama sebelum berkendara agar BBM tidak terbuang percuma. Teknologi modern membuat mesin dapat langsung bekerja saat kondisi dingin, Jadi memanaskan mesin mobil cukup sampai jarum penunjuk suhu mesin mesin bergerak
  4. Melajulah secara konstan. Jika ingin  menambah kecepatan atau mengurangi kecepatan, Injaklah pedal gas atau rem dengan lembut dan bertahap. Jika terpaksa harus melakukan pengereman dan hendak mengembalikan kecepatan, baiknya menjaga putaran mesin pada kisaran 2.500-3.500 rpm
  5. Hindari kecepatan tinggi yang tidak perlu. Semakin tinggi kecepatan, semakin tinggi putaran mesin sehingga BBM yang harus dihabiskan pun semakin besar. Jaga juga kecepatan dan atur perpindahan gigi secara halus.
  6. Saat memperlambat atau menghentikan laju kendaraan, manfaatkanlah pengurangan kecepatan dengan mesin (engine brake). Angkat pedal gas perlahan, putaran mesin pun akan ikut berkurang.
  7. Selain menjaga putaran mesin, biasakan untuk selalu memeriksa tekanan ban kendaraan sesuai dengan buku panduan. Jika tekanan ban kurang, beban kendaraan akan bertambah. Akibatnya mesin akan bekerja keras demi menghasilkan tenaga besar yang secara otomatis menguras BBM. Jika tekanan ban terlalu tinggi, dapat berisiko terjadinya kecelakaan Karena pecah ban.
  8. Hindari pengunaan AC atau pendingin jika tidak perlu seperti saat Anda berkendara di malam hari. Pemakaian AC akan membebani kompresor AC yang berhubungan dengan mesin yang otomatis berhubungan dengan penggunaan BBM
  9. Hindari muatan yang berlebihan karena untuk membawa beban yang besar dibutuhkan tenaga besar yang berarti pemakaian BBM juga semakin besar. Jika memang tidak diperlukan, lepas aksesori yang mengganggu aerodinamika seperti rak atap dan rak sepeda serta kurangi atau turunkan barang yang jarang diperlukan
  10. Periksa kondisi dan kontur ban secara rutinserta pilih jenis dan  ukuran ban sesuai dengan buku panduan mobil yang digunakan. Pemilihan jenis ban yang tidak tepat dapat membuat kendaraan semakin boros BBM.
  11. Jika melaju di jalur yang kosong, jaga kecepatan mobil berkisaran 70 km/jam. Melebihi kecepatan tersebut, putaran mesin akan meninggi dan konsumsi BBM semakin boros
  12. Penggunaan onderdil (suku cadang) asli dan perawatan secara rutin  di bengkel resmi merupakan cara baik dalam menghemat pemakaian bahan bakar. Pasalnya onderdil asli yang dikeluarkan oleh produsen sebuah kendaraan sudah memiliki perhitungan yang sangat tepat.
  13. Periksa oli mesin, oli transmisi, oli power steering, oli rem dan oli  kopling secara rutin dan teliti. Pastikan pula air radiator, reservoir, dan fan atau kipas pendingin bekerja dengan baik. Mesin yang bekerja sempurna mampu memaksimalkan pemakaian BBM.
  14. Gunakan kendaraan umum atau sepeda dan berjalan kaki untuk  menempuh perjalanan jarak dekat



Sumber : klubnova.tabloidnova.com

Senin, 07 Oktober 2013

Mercy Hemat BBM




PT. Mercedes-Benz Indonesia (MBI) resmi meluncurkan New Mercedes-Benz B-Class di Indonesia, Rabu kemarin di Sampoerna Strategic Square, Jakarta. B-Class generasi kedua ini ditujukan untuk pasar khusus mobil keluarga yang menginginkan kesan premium, tetapi juga hemat dalam hal konsumsi bahan bakar.
Presiden Direktur PT. Mercedes-Benz Indonesia, Dr. Claus Weidner dalam seremonial peluncuran berujar, "Mobil ini merupakan alternatif lain bagi para konsumen yang mencintai keluarganya.”

Rasa sayang itu dihadirkan dalam bentuk harga kompetitif, yaitu Rp 439 juta (belum termasuk pajak/off-the road). Dengan harga ini, sudah terdapat fitur-fitur humanis seperti peringatan mengantuk dan anjuran minum kopi, serta parkir otomatis secara paralel, andaikata sang pengemudi masih khawatir dengan cara itu masih bisa menggunakan cara manual.

“Kami bangga dapat meluncurkan mobil keluarga lima penumpang berkelas mewah ini di Indonesia. Saya yakin mobil ini bisa mendapatkan respon positif di Indonesia, mengingat kebutuhan mobil keluarga terus meningkat setiap tahunnya,” papar Claus.

Lebih lanjut, B-Class generasi terbaru ini mengusung mesin empat silinder terbaru berkapasitas 1.6 liter pada model B 200 yang dapat menghasilkan daya maksimum 156 hp dengan torsi puncak mencapai 250 Nm pada putaran mesin 1.250 rpm.

Meski performa yang dihasilkan bisa terbilang tinggi dibandingkan mobil sekelas dengan kapasitas mesin sama, namun mesin ini hanya membutuhkan pasokan bensin 5,9 liter per 100 km atau nyaris satu liter untuk 17 km.


Sumber : Otosia.com

Kamis, 19 September 2013

Tips Lain Hemat BBM




Beberapa Solusi Jitu Cara Untuk Menghemat Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) Kendaraan Bermotor :

1. Gunakan Kendaraan Bermotor Seperlunya

Gunakan mobil, motor, bajaj dan sebagainya secara bijaksana. Untuk jarak dekat sebaiknya jalan kaki saja atau naik sepeda kayuh biasa. Jika bepergian jauh sendiri atau berdua sebaiknya gunakan sepeda motor. Jika ada kenalan yang bawa kendaraan dan sejalur sebaiknya nebeng saja.

2. Hindari Jalan Macet

Menghindari macet dengan mempelajari jalan-jalan utama dan alternatif yang ada serta memantau kondisi jalan melalui alat komunikasi, gps atau media massa.

3. Rawat Dengan Baik Kendaraan Anda

Secara rutin biasakanlah service berkala di tempat yang resmi atau terpercaya agar kondisi mesin dan fisik kendaraan tidak membuat boros penggunaan bbm. Rajin service berkala, melumasi kendaraan, mencuci kendaraan, menjaga tekanan angin ban, dan sebagainya bisa membantu kendaraan berjalan maksimal yang hemat bahan bakar.

4. Jangan Aktifkan Fasilitas Kendaraan Yang Tidak Perlu

Biasanya pemakaian ac, musik, tv, radio, dvd dan lain-lain turut serta dalam mengurangi bahan bakar minyak yang ada. Untuk itu selama berkendara jangan banyak menggunakan fasilitas yang butuh energi dari bbm. Berangkat bepergian sebaiknya saat malam hari atau subuh agar tidak perlu memakai ac atau dipaksakan buka jendela agar tidak perlu menyalakan ac.

5. Hindari Kebiasaan Buruk Yang Boros BBM

Saat mengisi bahan bakar sebaiknya lakukan di pagi hari agar tidak banyak bbm yang menguap karena panas. Ketika menyalakan kendaraan sebaiknya waktu pemanasan 2 sampai 3 menit saja jangan terlalu lama agar tidak banyak bahan bakar yang terbuang percuma. Pada saat mengendarai kendaraan sebaiknya jangan terlalu dalam menginjak gas atau memutar gagang gas, hindari sering membuat suara nyaring, berkendaralah biasa saja namun cepat agar bisa hemat bbm.

6. Memakai Alat Tambahan Penghemat Bahan Bakar Minyak

Saat ini ada zat additive (tambahan) untuk kendaraan anda agar bisa lebih hemat bahan bakar. Tidak ada salahnya dicoba jika sudah banyak orang lain yang pakai dan berhasil. Ada juga yang bentuk perangkat tambahan untuk membantu pembakaran agar lebih efisien.


Sumber : metro.polri.go.id

Jumat, 23 Agustus 2013

Hemat BBM Itu Mudah





Seperti diketahui, bensin dan solar bersubsidi hampir dipastikan naik dari Rp4.500 menjadi Rp6.500, sementara jenis solar menjadi Rp5.500.

Pereli profesional asal Jepang Hiroshi Masuoka mencoba berbagi ilmu dan pengalaman agar konsumsi bahan bakar kendaraan tidak boros yang akhirnya membuat Anda mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli bensin.

Berikut tips dari mantan jawara kejuaraan reli terganas di dunia, Rally Dakkar:

1. Berkendaralah dengan sopan santun dan tertib berlalulintas

Inilah dasar dari segala dasar berkendara. Mengemudi dengan ugal-ugalan, kasar, menghentak, dengan percepatan mendadak, bukan hanya memboroskan bahan bakar, melainkan juga menghabiskan karet ban mobil, serta memperpendek umur kendaraan itu sendiri. Dasarnya adalah, berkendara dengan optimal membuat hatipun tenang dan senang.

Perhitungkanlah tempat tujuan kita pergi, jam berapa harus tiba disana, dan berapa menit kita harus berkendara, pastikan yang paling utama adalah Safety-drive.

2. Hindarilah kemacetan dan jam-jam macet.

Berdasarkan pengalaman saya di Jepang, jalan yang macet serta antrian yang panjang terutama pada lampu merah membuat kendaraan sering berhenti - jalan – berhenti (stop & go) saat menunggu giliran lampu hijau. Ini mengakibatkan borosnya konsumsi bahan bakar.

Oleh karena itu, perkirakan dengan cermat jalan mana yang ada kemacetan serta hindari jalan yang berpotensi macet pada jam-jam tertentu.

Pada saat jalan macet, kecepatan kendaraan turun drastis dari normal 40 Km/jam menjadi 20 Km/jam. Apabila keadaan ini terjadi pada mobil yang sama, berjalan pada jalan yang sama namun pada saat jalan tersebut tidak macet, maka biaya pemborosan bahan bakar mobil tersebut akan bisa naik hingga 30 persen.

Oleh karena itu, pastikan anda menentukan tempat tujuan dengan memeriksa kondisi jalan melalui Car-Navigasi (GPS) ataupun peta untuk rute yang akan ditempuh. Karena bisa disimpulkan bahwa, waktu anda akan bisa saja terbuang sekitar satu jam saat kehilangan arah (nyasar) serta sekitar 10 menit waktu percuma untuk berputar-putar mencari tempat parkir, hal ini akan memperburuk konsumsi bahan bakar sekitar 13 persen.

3. Menekan pedal gas secara perlahan.

Ada beberapa pengemudi yang sering menekan lalu melepas gas (mengayun-ayun) padahal mobil sedang berjalan dengan kecepatan konstan. Cara mengayun seperti ini membuat hanyalah kinerja pedal gas menjadi percuma yang sia-sia, akselerasi serta deselerasinya hanya akan memperboros konsumsi bahan bakar kendaraan.

Harap dipertahankan injakan pedal gas pada saat kecepatan kendaraan konstan.

4. Akselerasi dengan tidak terlalu tinggi menaikkan putaran mesin (rpm)

Ada dua cara mempercepat kendaraan yaitu dengan menekan pedal gas 1/5 saja (dinamakan: percepatan santai). Dan satu cara lainnya adalah dengan menekan pedal gas sebesar 1/3 nya (dinamakan: percepatan bergegas) .

Atur putaran engine sekitar 1.500 rpm saja, usahakan jangan sampai putaran engine melebihi dari 2.000 rpm untuk percepatan mobil.

5. Jaga jarak aman dengan kendaraan didepannya

Apabila jarak dengan kendaraan di depan anda terlalu dekat, anda harus menyesuaikan diri dengan kondisi mobil tersebut, dimana bila dia mengerem kitapun ikut mengerem. Apabila dia mempercepat kitapun ikut mempercepat. Hal-hal seperti ini mempengaruhi borosnya pemakaian bahan bakar.

Apabila jarak dengan mobil depan cukup jauh, mobil kita menjadi bebas berjalan sesuai dengan kehendak kita tanpa dipengaruhi oleh pergerakan mobil depan.

Pandangan pun bebas, serta mudah memperhitungkan manuver mobil. Alhasil, kita tidak terjebak melakukan percepatan-percepatan yang tidak diperlukan.

6. Gunakan teknik Engine Brake

Mobil-mobil jaman sekarang kebanyakan sudah dilengkapi dengan system pompa injeksi (jet/nozzle) bahan bakar. Dimana sistem akan menghentikan suplai bahan bakar pada saat dilakukan engine brake, jadi hal ini benar-benar sangat bermanfaat dalam penghematan bahan bakar. Metode penghentian bahan bakar pada saat engine brake berbeda-beda setiap merk mobil lain.

Pada umumnya saat putaran engine 1200~1500 rpm, lalu anda melepaskan pijakan pada pedal gas maka bahan bakar akan terhenti. Namun pada saat rpm mencapai kurang dari 1200, bahan bakar kembali di injeksikan untuk mensuplai kebutuhan sesuai putaran idling engine saja.

Pada saat anda memperlambat kendaraan atau saat mobil melewati turunan, dimana pada transmission terjadi penurunan ke gigi rendah (shift-down), putaran engine akan tetap pada kisaran 1200~1500 rpm, namun bahan bakar tidak disuplai untuk jangka waktu yang lebih lama.

7. Jangan terlalu lama memanaskan mesin

Anda harus paham bahwa 15 detik setelah anda menghidupkan mesin, oli mesin sudah bersirkulasi ke seluruh bagian-bagian mesin mobil. Sebenarnya sesudah 15 detik itu mesin mobil anda sudah siap digunakan.

Bila anda memanaskan mesin mobil selama 3 menit, maka berarti anda membuang percuma hingga 100cc bahan bakar .

Jadi panaskanlah mobil lebih lanjut dengan cara mengendarainya perlahan-lahan sambil memperhatikan jarum temperatur air pendingin mesin naik sampai ke posisi normalnya.

8. Jangan terlalu dekat

Hal ini akan memboroskan bahan bakar, karena untuk memanaskan kembali mesin yang sudah mulai mendingin memerlukan sekitar 50 cc bahan bakar yang tidak terpakai optimal. Apalagi bila tempat yang dituju sangat dekat dimana mesin yang sudah mulai panas malah di matikan dan beberapa saat kemudian mesin yang mulai mendingin itu sekali lagi dihidupkan.

Perhitungkan matang-matang apabila anda akan mengendarai antar-jemput jarak dekat, atau pulang pergi shopping dan lain sebagainya.

9. Jangan membebani kendaraan dengan beban berlebih.

Memuati kendaraan dengan barang-barang yang berat, melebihi berat isi maksimum penumpang, akan mengakibatkan berat total kendaraan tersebut bertambah berat, sangat mempengaruhi kinerja rem, mempersulit pengendalian, serta memperburuk konsumsi bahan bakar.

Jangan memuat beban berlebihan pada kendaraan anda. Semakin ringan 100 kg beban bagi kendaraan, semakin bertambah hemat (sampai 3 persen) bahan bakar yang digunakan.

Oleh karena itu penghematan bahan bakar juga dapat dicapai dengan mengganti seluruh velg yang dipakai dengan Aluminium.

10. Periksa tekanan angin ban

Setiap kali roda bergulir, permukaan roda yang menapak pada jalan akan menopang berat kendaraan disertai dengan perubahan bentuk dari tapak ban itu sendiri.

Ini disebut sebagai resistansi gulir (tahanan gulir). Tekanan angin ban yang kurang, mengakibatkan tahanan gulir membesar dan menyebabkan pemborosan bahan bakar.

11. Efektim menggunakan AC

Anda harus mengetahui bahwa pada saat switch AC dinyalakan maka tenaga mesin akan diambil oleh sistem AC hingga sebesar 5 PK (tergantung ukuran kendaraan) untuk menggerakkan kompresor dan system terkait.

Mobil-mobil ber-cc kecil, akan kehilangan sekitar 10 persen dari konsumsi bahan bakarnya untuk AC tersebut. Supaya AC bisa digunakan secara efektif, sebaiknya anda membuka dahulu pintu mobil sampai udara panas keluar dari dalam kendaraan, baru kemudian menyalakan mesin AC.

Anda dapat juga mengoptimalkan kinerja AC dengan mematikan switch AC saat membutuhkan engine power, misalnya pada saat akselerasi maupun saat kendaraan melewati jalan tanjakan. Lalu menyalakannya kembali sesudah berakselerasi ataupun sesudah jalanan mulai menurun.

Atau anda bisa memanfaatkan Economy mode dimana beban dari kompresor berkurang , ataupun tidak terlalu mengeset suhu AC pada temperatur yang terlalu rendah.


Sumber : okezone.com

Jumat, 12 Juli 2013

Krisis BBM, Yuk Pastikan Kita Mulai Hemat!







Setiap kali pemerintah mengumumkan kenaikan harga bbm pasti pemilik kendaraan dibuat cemas. Kenyataan ini membuat kita harus pandai-pandai memutar otak menyiasati asupan BBM.
Kadang-kadang beberapa trik yang mungkin bisa membantu kita lebih bijak menghemat BBM ditengah krisis energi saat ini.
Meskipun perilaku hemat bahan bakar ini tergantung pada pemilik kendaraan, namun tak ada salahnya kita cermati beberapa trik hemat bahan bakar berikut:

  • Hindari memanaskan mesin terlalu lama, waktu tiga menit adalah waktu yang ideal memanaskan mesin kendaraan Anda. Ketika jarum penunjuk suhu mesin mulai bergerak, Anda sudah bisa menggunakan mobil.
  • Lajukan kendaraaan dengan kecepatan konstan, tetapi tetap mampu berakselarasi seperlunya dan bisa memanfaatkan kendaraan untuk bermanuver. Jika Anda ingin melajukan mobil lebih cepat, setelah pedal gas ditekan sedikit, langsung pindahkan gigi ke posisi yang lebih tinggi. Jangan tunggu sampai putaran mesin naik. Dengan melakukan hal ini saja, Anda sudah bisa menghemat konsumsi bahan bakar sebanyak 5-10 persen.
  • Jika Anda terpaksa menekan pedal gas cukup dalam, usahakan tidak lebih dari 80%. Manfaatkan gaya dorong mobil untuk melakukan percepatan saat Anda ingin melajukan mobil lebih cepat. Gunakan gigi yang paling tinggi saat Anda sedang melaju cepat di jalan tol. Putaran mesin pun akan tetap rendah, dan pemakaian bahan bakar pun bisa lebih dihemat
  • Jika Anda sedang melaju di jalur yang cukup lowong, misalnya di jalan tol, usahakan kecepatan mobil berada di sekitar 70 km/jam. Ini adalah kecepatan yang paling pas dan terhitung ekonomis. Jika Anda melebihi kecepatan tersebut, putaran mesin akan meninggi, dan konsumsi bahan bakar akan semakin boros.
  • Jangan injak pedal gas dengan menghentak. Injakan harus stabil dan bertahap, jika gas diinjak tiba-tiba, otomatis bahan bakar yang akan diisap ke ruang bakar semakin banyak, sementara pada saat itu putaran mesin masih rendah. Akibatnya tidak semua bahan bakar yang masuk ke ruang mesin terbakar. Karena, bahan bakar yang masuk tidak keluar dalam bentuk tenaga, tetapi ikut terbuang lewat knalpot. Lajukanlah mobil dengan kecepatan konstan. Jangan terlalu sering menekan pedal gas dan melakukan pengereman mendadak, terutama saat lampu hijau telah berganti. Sebelumnya toh Anda sudah memperhitungkan akan melewati lampu merah?
  • Pindahkan tranmisi dengan benar, umumnya mesin mobil bekerja dengan efisiensi pada putaran 2500 hingga 4000 rpm, sehingga pergantian gigi harus diusahakan sesuai daerah putaran.
  • Saat memindahkan gigi persneling, sebaiknya pada rpm yang sesuai spesifikasi kendaraan. Spesifikasi ini dapat dilihat pada buku manual kendaraan atau dibrosur iklan yang biasanya terdapat keterangan mengenai moment maximum (torsi maximum) dalam satuan kgm/rpm. Satu kebiasaan yang seringkali dilupakan pengendara adalah: tidak segera menyesuaikan gigi persneling setelah penurun kecepatan (deselerasi). Setelah berlari kencang lalu tiba-tiba ngerem mendadak, sebaiknya oper gigi perseneling ke posisi lebih rendah.
  • Perhatikan penunjukan tekanan pada kendaraan anda, jika tekanannya rendah kerja mesin ringan dan komsumsi BBM irit, jika tekannnya tinggi, kerja mesin berat dan tentu membuat konsumsi BBM makin boros. Coba gunakan Crusie control dimana peralatan ini bisa digunakan untuk menghemat BBM terutama dijalan tol.
  • Periksa kondisi HC dan CO. Boros atau tidaknya konsumsi bahan bakar juga ditentukan oleh komponen-komponen mesin. Komponen mesin yang sudah aus membuat pembakaran bahan bakar tak sempurna. Tak ada salahnya Anda memeriksa emisi gas buang. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan nilai HC (hidrokarbon) dan CO (karbonmonoksida) terlalu tinggi, ini pertanda pembakaran di ruang bakar tidak sempurna (banyak bahan bakar terbuang percuma).
  • Saat memperlambat atau menghentikan laju kendaraan, manfaatkanlah pengurangan kecepatan dengan mesin (engine brake). Angkat pedal perlahan, dan putaran mesin pun akan ikut berkurang.
  • Usahakan memperkecil setting temperatur AC, jika Anda memang tak begitu membutuhkan AC.
  • Pompa ban mobil sesuai ukuran karena ban yang kurang keras, tahanan gelindingnya akan keras.
  • Aksesori di bodi mobil mempengaruhi pemborosan BBM seperti penambahan kaca spion, antene, ban lebar, foot step karena makin memperbesar hambatan angin kendaraan.
  • Modifikasi untuk meninggikan dan mengangkat kendaraaan juga bisa memperbesar angin kendaraan.


Sumber : otosia.com

Minggu, 23 Juni 2013

Remap ECU





Banyak cara yang bisa ditempuh untuk membuat kendaraan menjadi irit bahan bakar. Dari cara tradisional alias cara berperilaku berkendara, penggunaan bahan bakar yang tepat hingga pembelian alat bantu maupun suatu usaha yang memerlukan biaya besar.

Mungkin Anda sudah mengetahui tentang istilah engine control unit (ECU), yang merupakan sebuah perangkat komputer yang terdapat pada sebuah kendaraan. Dengan kata lain perangkat ini sama halnya seperti otak dari sebuah kendaraan yang mengatur kinerja mesin secara elektronik.

Dari penyemprotan bahan bakar, penyalaan busi, pembukaan katup hingga berbagai perangkat teknologi yang berhubungan secara elektronik seperti pembatasan kecepatan kendaraan diatur di dalam ECU ini. Tapi bagi beberapa bengkel atau tuning hause banyak yang memiliki peralatan untuk remaping ECU ini.

Remap ECU ini adalah men-download data mobil yang berada di ECU kemudian data pemrograman ini di atur kembali sesuai permintaan pemiliki kendaraan. Cara ini juga bisa untuk meningkatkan performa kendaraan, meng-unlock speed limiter bahkan bisa untuk menghemat BBM kendaraan Anda.

Tapi dalam hal remap ECU ini tidak semua bengkel bisa, pasalnya, apabila sang tuner salah melakukan remap atau terjadi kegagalan proses download dan upload saja kendaraan bukan malah lebih baik tapi jadi tidak karuan. Maka dari itu jasa remap ECU ini terbilang mahal.

Kebanyakan tuner yang melakukan remap ECU agar aman saat mengandalkan Viezu. Dimana data yang di-download menggunakan alat khusus ini nantinya akan dikirim ke server Viezu Headquarter yang berlokasi di Inggris untuk proses remap sesuai permintaan.

Nah, untuk remap ECU agar kendaraan hemat BBM rata-rata waktu yang diperlukan hingga upload data kembali ke mobil akan butuh waktu 60 menit. Tapi biaya yang harus di keluarkan agar mobil hemat BBM dengan cara ini adalah Rp 1.1 juta/silinder, jadi apabila semakin banyak jumlah silinder kendaraan akan semakin mahal bukan?

Walau mahal, usaha yang satu ini berguna untuk jangka waktu yang panjang. Untuk saat ini, remap ECU mengandalkan Viezu hanya terbatas pada kendaraan Eropa. Dan Salah satu contoh pada sebuah mobil BMW 328i di atas tahun 2004 konsumsi BBM saat dipakai di kota dengan kondisi lalu-lintas selalu padat dapat mencapai 1l:7km. Tapi setelah melakukan remap kini dapat mencapai 1l:9km.

Peningkatan dalam konsumsi BBM juga akan berbeda-beda pada setiap kendaraan dan juga akan sangat berkaitan erat dengan bahan bakar yang sering digunakan. Selain itu juga perilaku berkendara juga punya pengaruh terhadap konsumsi bahan bakar.



Sumber : otosia.com

Senin, 10 Juni 2013

TalkShow Trik Irit BBM Untuk Mobil Matik





Di kota-kota besar di Indonesia, terutama Jakarta, mobil bertransmisi otomatis banyak menjadi pilihan. Namun jenis mobil ini cenderung lebih boros dari manual. Saat dibayang-bayangi harga BBM naik, pertanyaan soal trik dan tip mengemudi irit dengan mobil matik mengemuka.Inilah kupasan yang didiskusikan dalam talkshow bulanan majalah otomotif Cars Plus di Hard Rock Café Jakarta, beberapa waktu lalu. Talkshow bertema
'Trik Hemat Menghadapi Kenaikan BBM', menghadirkan pembicara Pujiono Wahyuhadi (KabidHumas FK3O), Aswin Bahar (pembalap senior), dan Arifin Putra (selebritis).

Talkshow berlangsung yang sangat informatif itu melibatkan sejumlah komunitas. Mereka aktif bertanya dan berhasil 'memaksa' para pembicara membuka banyak trik menarik. Pujiono menjelaskan Teknik Eco Driving efektif membantu menghemat bahan bakar. Teknik ini tergantung dari faktor mobil dan orangnya. Teknik mengemudikan mobil matik di jalan macet, Pujiono mengingatkan agar pengemudi tidak selalu menekan pedal gas lalu rem keras.
"Sebaiknya cukup sentuh sedikit, di towel saja, dan biarkan mobil meluncur pelan. Pengemudi cukup waspada saja di pedal rem".
Sementara Aswin Bahar lebih menekankan untuk mengemudi pada rpm menengah, dimana torsi mesin paling besar. Selain itu, Aswin juga berbagi tips menggunakan matik sehari-hari. Salah satunya adalah berhenti di lampu merah untuk mobil matik.
 "Apa yang harus dilakukan pertama kali? Injak pedal rem saja, atau pindah tuas ke P, N atau aktifkan rem tangan?"
"Yang harus dilakukan pertama kali tarik tuas rem tangan. Dan yang terakhir dilakukan sebelum start, lepas tuas rem tangan," katanya.
Menurutnya, masyarakat umumnya terbiasa hanya menginjak pedal rem saja saat di lampu merah. Kebiasaan ini dalam jangka panjang bisa merusak cakram rem.
Arifin Putra, tak pelak lagi jadi pembicara yang paling ditunggu, khususnya kaum hawa. Bintang sinetron ini memberi saran agar lebih bijak menggunakan mobil. Jika jaraknya tidak terlalu jauh, lebih baik menggunakan tranportasi lain misalkan sepeda. Atau jika memang tidak terlalu penting, ya di rumah saja. Yang menarik, Arifin mengakui bahwa dia banyak belajar dari talkshow ini.
 "Waduh, saya banyak melakukan hal terlarang katanya," sambil tersenyum. Lalu dirincinya satu persatu: tekanan angin ban tidak pernah diperiksa, membawa banyak barang yang sebenarnya tidak diperlukan dan melaju dengan rpm tinggi.
"Kadang kalau pagi dan saya merasa udaranya segar, saya buka kaca jendela, dan ternyata itu terlarang juga," cetusnya sambil terkekeh.



Sumber : otosia.com

Minggu, 02 Juni 2013

Uji Irit BBM kesekian kali, Mirage tembus 27 Km/Liter


Uji Irit BBM kesekian kali, Mirage tembus 27 Km/Liter
Setelah beberapa kali keiritan Mitsubishi Mirage diuji. Kali ini pembuktiaan hemat BBM kembali memenuhi hasrat keingintahuan konsumen, jurnalis dan para pembalap nasional.

Lewat acara bertajuk 'Mirage Eco Fun Drive' PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) melibatkan 40 unit Mitsubishi Mirage, yang dikendarai konsumen, wartawan , pereli Rifat Sungkar, Subhan Aksa, Rizal Sungkar dan Akbar Hadianto.

Mengambil rute start dari kantor pusat KTB Pulo Mas - Imperial Golf, Karawaci - KTB Pulo Mas, acara ini menempuh jarak 113 Km serta melalui check point dan rute kombinasi antara jalanan perkotaan yang padat dan jalan bebas hambatan.



Acara yang menempuh waktu lebih dari 5 jam, dan dengan perhitungan berdasarkan Multi Information Display (MID), konsumsi BBM Mirage mampu menyentuh angka 27,0 km/liter untuk transmisi otomatis dan 25,2 km/liter untuk transmisi manual.

Para peserta juga harus melalui sejumlah check point/pos, dimana konsumsi bahan bakar mereka akan dicatat serta mereka mendapatkan sejumlah tantangan berupa games yang menguji kreatifitas dan kekompakan para peserta dalam satu mobil.

Dari hasil yang telah diperoleh dalam acara ini dan acara-acara Mirage Eco Drive sebelumnya, Mitsubishi Mirage dengan mesin 1.200 cc bolehlah menyandang predikat sebagai salah satu city car yang cukup 'bersahabat' dengan pengeluaran BBM.


Berikut pemenang dari masing-masing kategori:

Konsumen

Transmisi manual: 22,4 km/liter

Transmisi otomatis: 22,3 km/liter

Media

Transmisi manual: 25,2 km/liter

Transmisi otomatis: 24,0 km/liter

Pereli

Transmisi otomatis: 27,4 km/liter.